Skip to content
Asosiasi Komunitas Musisi Indie Indonesia

About

Pada tanggal 26 September 2012 hari Rabu pukul 20.30 WIB bertempat di Abbey Warner Studio Jl. Cempaka Putih Timur Raya No. 71 Jakarta Pusat telah dibentuk asosiasi bagi komunitas-komunitas independen yakni ASKOMINDO (Asosiasi Komunitas Musisi Indie Indonesia) dan Jakarta dipilih sebagai tempat berkantornya DPP (Dewan Pengurus Pusat) Askomindo. Askomindo dibentuk atas dasar kesepakatan dari buah kesamaan pemikiran antara beberapa komunitas. Saat ini DPP Askomindo beralamatkan Sekretariat : Jl. Cempaka Putih Tengah Raya No.1A, Jakarta Pusat 10520Telp : 021 80288163, email :  askomindoindonesia@gmail.com   dpp@askomindo.org www.askomindo.org  PO BOX 2168 JKP 10021

Dasar dari dibentuknya ASKOMINDO bukan untuk melawan atau menyaingi Label-Label Mayor, namun lebih ke pengelolaan komunitas yang berisikan musisi-musisi independen supaya karya dan pendistribusian lebih teratur dengan tertib dan terdata. Kini Askomindo sudah memiliki beberapa DPW (Dewan Pengurus Wilayah) seperti DPW Jakarta, DPW Banten, DPW Jawa Barat, DPW Jawa Tengah, DPW Yogyakarta, DPW Sumatera Utara, DPW Kalimantan Barat, DPW Sumatera Selatan, DPW Bangka Belitung, DPW Sulawesi Tenggara. Dan telah memiliki lebih dari 30 DPD (Dewan Pengurus Daerah) *data terakhir Mei 2016.

Pada perjalanannya, DPP Askomindo pernah dan telah menjalin banyak kerjasama dalam berbagai kegiatan baik dengan pemerintahan maupun swasta. Dengan pemerintahan antara lain : Kemenpora RI, Korpri Kemenkumham RI, Kemenko PMK RI, BNN RI, BEKRAF dan masih banyak yang menyusul.

Keuntungan menjadi anggota Askomindo :

–       Menjadi distributor (Reseller) penjualan CD Album, Merchandise dll (Berlaku juga bagi anggota perorangan)

–       Mendapatkan kemudahan informasi private melalui nomor handphone yang tertera

–   Mendapatkan berbagai macam diskon baik konser, pembelanjaan seperti Distro dan Alat Musik dengan menunjukkan ID Card Keanggotaan Askomindo (Hanya berlaku di Product dan Acara Mitra Askomindo)

–       Terlindunginya Hak Cipta karya musisi indie

–       Mudahnya membuat RBT

–       Mendapatkan berbagai macam Edukasi

–       Promosi di Thundr TV, Happen TV, Orange TV, On Treez, 2 Maskapai Internasional

–       Gratis Submit di GTunes

–       Dan masih akan ada lagi keuntungan yang akan datang dan baru

SEMOGA INDIE INDONESIA LEBIH MAJU DENGAN TERBENTUKNYA ASOSIASI INI. BRAVO…. SALAM INDIE… SUKSES SLALU…. AMIN.

Slide 1

 

1 Comment

  • n'chit guitaro 05/09/2016 // 18:25

    Hampir Semua Band pasti menginginkan bisa sukses dan terkenal,baik itu band dari daerah ataupun band dari ibu kota,namun semua itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
    Khususnya Band dari daerah biasanya Permasalahannya sangat komplek mulai dari fasilitas studio latihan,tempat rekaman,produksi CD / kaset album,akses informasi,media promosi,wadah apresiasi dll, yang serba terbatas sehingga berdampak kurang relevan untuk penunjang eksistensinya tidak seperti band dari ibu kota yang kurang lebihnya mungkin lebih memadai tapi yang jelas pasti ada perbedaan dari jenis permasalahannya.
    Secara mental band-band yang ada didaerah pada umumnya masih harus diberi sebuah pembinaan mental yang lebih agar bisa menciptakan rasa percaya diri yang lebih kuat lagi,ini mungkin persoalan tentang memanage/mengelola sebuah band tersebut karena walaubagaimanapun peran management itu sangat penting bagi sebuah band agar eksistensinya tetap terjaga dengan baik,dan rata-rata band daerah masih banyak yang belum memperhatikan hal demikian.
    Secara skill/kemampuan bermusik mungkin dari segi teknik band-band daerah tidak kalah keren dan hebat dengan band-band yang ada di ibu kota,bahkan sudah banyak orang-orang daerah secara individu yang mengenyam pendidikan musik, bergelar titel sarjana musik dengan nilai prestasi yang tinggi tapi sekali lagi itu hanyalah sebuah formalitas dan bukanlah realitas yang menjanjikan orang tersebut bisa sukses dengan band nya tanpa ada peran management yang cerdas didalamnya.
    Band daerah terkadang sering dipandang sebelah mata hanya gara-gara persoalan domisili,ironisnya band sehebat apapun jika domisili didaerah pasti selalu di anak tirikan padahal semua band-band mempunyai hak yang sama untuk sukses atas karya-karyanya.
    Jelas ini menjadi sebuah Dilema bagi Band-band yang ada di daerah ,mengapa semuanya yang di terima dengan apresiasi penuh harus datangnya dari ibu kota?bukankah orang-orang yang berdomisili di ibu kota sekarangpun sebenarnya mereka adalah orang-orang pendatang juga dan tentunya mereka berasal dari daerah-daerah.
    Memang benar bahwa di ibu kota serba ada karena memang disana adalah sentralisasi dari berbagai macam elemen profesi mulai dari pengusaha,pejabat hingga musisi ,lalu bagaimana dengan yang ada didaerah-daerah? Sebenarnya berkarya bisa dimana saja baik di ibu kota ataupun di daerah hanya saja jika berkarya di daerah tentunya kita justru harus lebih “fight” dan “kooperatif” untuk mengejar ketertinggalannya dengan band-band yang ada di ibu kota sana ,salah satu caranya mungkin bisa dengan memanfaatkan media sosial dan akses internet sebagai bahan referensi untuk mengevaluasi sejauh mana pergerakan Band nya.
    Banyak band-band daerah yang hilang arah dan kebingungan ketika setelah mereka sudah menghabiskan waktu,tenaga,fikiran bahkan sudah mengeluarkan uangnya untuk berkumpul,latihan distudio,daftar registrasi parade band,bahkan ada banyak band yang sudah recording karya sendiri dll, tapi mereka akhirnya bingung akan dikemanakan hasil rekamannya,mungkin agak sedikit beruntung bagi band yang punya kenalan atau teman orang radio agar bisa bantu untuk promosinya ,dan itupun hanya sebatas di puter lagunya di radio dalam batas waktu tertentu lalu sudah selesai begitu saja tanpa ada tindak lanjut lebih,karena radio didaerahpun orientasinya bukan hanya untuk mensukseskan band-band didaerahnya.
    Hanya satu banding seribu band-band daerah yang memiliki eksistensi bagus dan bisa berkarya secara produktif dan jelas karena mereka mau menjalani segala macam tahapan prosesnya,banyak pergerakan dan bersikap kooperatif dengan teman band-band yang ada di ibukota atau dimanapun berada sehingga menciptakan kesan saling bekerjasama,menjalin pertemanan yang saling menguntungkan dan menambah kekuatan eksistensi,karena mau gak mau memang pnting juga dengan segala akses informasi dari ibu kota sehingga menjadi tahu pasar musik disana.
    Band-band di daerah pada kebanyakan secara umum kurangnya edukasi tentang membangun management band yang prospektif,kurangnya pengertian makna tentang deskripsi Major label dan Indie Label,sehingga mereka fikir ngeband hanya cukup dengan latihan di studio,bikin lagu,rekaman,promo alakadarnya dari teman-teman nongkrong dan berfikir setelah itu akan ada major label yang merekrut,lalu ingin langsung jadi superstar dan dibayar mahal ,padahal sedaerahu belum cukup untuk sampai pada pencapaian di titik itu,ironisnya mereka malah memandang rendah band indie,padahal secara kemandirian dan musikalitas band indie jauh lebih kreatif dan inovatif karya nya dan tidak selalu menggantungkan harapan kepada Major label.
    Ternyata masih banyak hal yang harus dipelajari lagi untuk bisa merealisasikan impiannya udah menjadi sebuah band yang bisa sukses dari daerah agar teman-teman yang ada di daerah mulai menggali dan mengkaji lagi apa yang harus dipersiapkan,direncanakan dan dilakukan untuk kesuksesan sebuah Band.

    Reply

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *